Kisah si Ujang & si Asep bagaian 1

Posted: 7 Januari 2011 in Islam

Assalamu’alaikum,
Wa rohmatullahi Wa barokatuh..

Kita mulai dari Te.Ka..Pe…!!!

Si ujang berkata kpd adiknya Si asep..,yg tengah terbaring sakit: “yang sabar ya sep, jangan terlalu bersedih,
insya’ Allah kamu akan cepat sembuh, bisa berkerja,ngaji dan berkumpul lagi sama teman-teman seperti dulu., “

si Asep menjawab:”iya kak,asep juga ingin sekali cepat sembuh, asep sudah kangen sama teman-teman asep ., Tapi asep yakin segala sesuatu yg Allah berikan kpd asep sekarang, adalah hal yg paling baik untuk asep terima.,
Sebah Asep percaya,Bahwa apapun yg berlaku untuk Asep, Adalah nikmat yg Wajib untuk asep syukuri, kakak tentu ingat pesan Abah dahulu,
Bahwa ketika senang maupun susah,kita harus tetap bersyukur, serta selalu berprasangka baik kpada Allah ta’ala., dg tetap sabar dan berdo’a..,
dan Abah juga pernah berkata “kemuliaan yang sejati itu,sama sekali bukan karena kemewahan,harta yg banyak,istri yg cantik, derajat yg tinggi,dan mendapat banyak sanjungan atau pujian dari orang lain,
akan tetapi orang yg bersyukur ketika mendapat Nikmat, bersabar saat mendapat ujian, dan menerima segala sesuatu yg menimpa diri Nya dg hati penuh kerelaan, dan senantiasa berbaik sangka kepada Allah ta’ala,
Kesenangan maupun kesusahan yg ia temui., Selalu ia syukuri dan menjadikan Iman dan Ketakwaan nya bertambah,
Segala apa yg ia lakukan ,semua semata-mata hanya berharap Mendapat Ridho dari Allah ta’ala..,ia tak silau dg pujian atau sanjungan., dan sama sekali tidak ada kekhawatiran dan rasa takut baginya, jika ada yg membenci dan menjauhinya,
Namun Ia takut sekali jika Amal ibadahnya tidak diterima Oleh Allah ta’ala, dan ia sangat takut ketika ia berhenti berbuat baik, karena orang lain,dan bukan karena Allah ta’ala,”

Mata si ujang berkaca-kaca,karena terharu mendengar jawaban adiknya itu,dadanya bergetar dan memuji asma Allah didalam hati..,,
seakan-akan bibirnya hampir tak mampu lagi mengeluarkan suara, dg suara terputus dan sgat berat ia berkata “SUBHANALLAH..”

ia pun tak kuasa menahan perasaannya, memeluk tubuh adiknya yang masih terbujur lemah dihadapannya,

(*Sering kali kita tidak menyadari bahwa apa yg kita peroleh saat ini sesungguhnya adalah Nikmat dan sekaligus ujian dari Allah ta’ala,yg seharusnya kita dapat mensyukuri dan menjadikannya sbagai ilmu yg selalu menambah ketakwaan kita kepada Allah ta’ala.*)